Logos Dalam Paham Kristen

LOGOS DALAM PAHAM KRISTEN 

Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. [Yohanes 1:1 TB2]

Ummat Kristen Trinitarian percaya bahwa yang dimaksud  "Firman" adalah Yesus. Padahal kamus mana pun tidak pernah mengartikan Firman sebagai Yesus.

Firman/Logos/Kalimah itu mempunyai makna yang cukup luas. Logos/Kalam dapat berarti ungkapan atau ekspresi, alasan (Kis 10:29), perintah (QS. 2:124; Gal. 5:14; Kej. 2:16), ketetapan (QS. 3:64; Kel. 12:24), perkataan (Rm. 15:18; QS. 4:46; QS. 5:13), berbicara (QS. 4:164; Kel. 19:9; QS. 7:143), menjawab (Kel. 19:19), rencana, janji/perjanjian (QS. 6:34; QS. 7:137), pesan (Luk. 4:32), kitab (QS. 7:158), berita, pengakuan, kesaksian, pengajaran, dsb. Logika berasal dari kata logos ini. Tetapi tidak ada dalam kamus yang mengatakan bahwa Logos bermakna Yesus.

Maka ayat di atas hendaknya tidak diartikan: "Pada mulanya ada Yesus." Akan tetapi: "Pada mulanya ada Firman." Dan firman di sini bisa berarti rencana atau perintah Allah untuk menciptakan sesuatu yang Dia kehendaki. Jika kita melihat Kitab Kejadian pasal 1, kita akan melihat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya: Jadilah. Begitu juga jika kita melihat di dalam Al-Quran, dikatakan di dalamnya bahwa jika Allah berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia berkata: Jadilah.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. [Kejadian 1:3]
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]

Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah (seorang manusia)", maka jadilah dia (seorang manusia). [QS. Ali Imran (3): 59]

Dalam Perjanjian Lama, kita dapat melihat bahwa bangsa Yahudi terbiasa dengan gagasan "Firman Tuhan" yang mengacu pada Tindakan dan Kebijaksanaan-Nya. Penting untuk dicatat bahwa Yahudi menganut Ketuhanan Yang Mahaesa, dan tidak percaya akan "Allah Tritunggal." Mereka terbiasa dengan idiom dari bahasa mereka sendiri, dan memahami bahwa kebijaksanaan dan kuasa Tuhan diwujudkan dengan "Firman".

Jika Anda seorang pelukis, pematung, atau pujangga, Anda akan mengekspresikan/mengungkapkan diri Anda melalui lukisan, patung, atau syair. Melalui lukisan, patung, atau syair, orang lain akan dapat mengenal siapa diri Anda sebenarnya. Begitulah Allah, melalui kalimah-Nya berupa alam semesta, para Nabi, juga kitab-kitab-Nya telah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita.

Murid-murid Yesus pernah bertanya kepada Yesus, "Bagaimana Allah itu?" Yesus menjawab, "Jika kamu telah melihat aku, berarti kamu telah melihat Allah."

Gambar Untuk Logos Dalam Bahasa Yunani
Para shahabat Nabi Muhammad juga pernah bertanya, "Bagaimana Allah itu?" Nabi Muhammad pun menjawab, "Jika kamu telah melihat aku, maka kamu telah melihat Allah." Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, "Janganlah kamu memikirkan Allah, karena kamu tidak akan sanggup, akan tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya." Ya, ciptaan-Nya, kalimah-Nya yang tidak tertulis.Logo/Kalam adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Diri-Nya, sama halnya sebuah "kata" adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang. Ungkapan Tuhan yang keluar ini sekarang telah wujud pada Hamba-Nya, dan dengan begitu, maka dengan sempurna dapat dimengerti mengapa Yesus disebut "Logos/ Kalimah." Yesus adalah suatu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah. Karena alasan yang sama, kita menyebut wahyu sebagai "suatu firman dari Tuhan" dan Alkitab atau pun Al-Quran adalah "Firman Allah."

Jika kita memahami bahwa logo/kalimah adalah ungkapan Tuhan "rencana, maksud, alasan dan kebijaksanaan Tuhan, maka jelaslah bahwa itu semua tentu saja bersamaNya "di dalam permulaan." Alkitab mengatakan bahwa kebijak-sanaan Allah adalah "dari awal" (Amsal 8:23). Itu adalah penulisan Ibrani yang sangat umum untuk mewujudkan suatu konsep seperti kebijaksanaan. Tidak ada Yahudi masa lampau yang membaca Amsal akan berpikir bahwa kebijaksanaan Tuhan adalah pribadi yang terpisah, walaupun dilukiskan dalam salah satu ayat dalam Amsal 8:29 dan 30:  ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku [kebijaksanaan] adalah kesayangan di sisiNya.

Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. [Amsal 8:23]

oleh Menjawab Berbagai Fitnah FaithFreedom pada 26 November 2010 pukul 19:01

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Debat Hebat Ahmad Deedat Dengan Pendeta Rev. Roberts

Penduduk Surga Menurut AlKitab Bible