Pengakuan Ilmuan Terhadap Muhammad

oleh Menjawab Berbagai Fitnah FaithFreedom pada 16 November 2010 pukul 13:48 ·
 KALI INI CUKUP KITA BANTAH TUDUHAN FITNAH FAITHFREEDOM DENGAN KOMENTAR PARA ILMUWAN EROPAH TENTANG TOPIK

BUKTI MUHAMMAD NABI GADUNGAN: MUHAMMAD MENUNTUT STATUSNYA DIAKUI.

oleh Indonesia Faithfreedom - Menguak Wajah Islam & Muhammad Sebenarnya pada 08 November 2010 jam 12:49


With thanks to Duladi...


Siapa yang Muhammad perjuangkan: Allah ataukah status dirinya?

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 halaman 374:

Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata, "Aku membawa pergi Abu Sufyan bin Harb ke tempat istirahatku dan ia menginap di tempatku. Esok paginya, aku membawa Abu Sufyan bin Harb ke tempat Rasulullah SAW. Ketika beliau melihat Abu Sufyan bin Harb, beliau bersabda, "Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?"

Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.

Kalau Muhammad memperjuangkan Awloh, bukankah seharusnya dia merasa senang karena seorang Abu Sufyan yang Pagan akhirnya mau mengakui bahwa Awloh cuma satu-satunya Tuhan yang layak disembah?

Tapi, mari kita lihat percakapan selanjutnya:

Muhammad lalu berkata kepadanya:
"Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?”

Abu Sufyan menjawab:
“Demi Allah, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.”

Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata kepada Abu Sufyan bin Harb: “Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, masuk Islamlah! Bersaksilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah
sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.”

Bagaimana kita bisa percaya kalau Muhammad benar-benar nabi yang memperjuangkan ketauhidan awlohnya, sedangkan dia seorang egois, bahkan tidak menghormati awlohnya sendiri? Demi kepentingan dirinya sendiri, demi status kerasulannya, dia lebih suka Abu Sufyan mati dipenggal daripada Abu Sufyan hidup dengan menyembah awlohnya.

Dari sini terlihat, bahwa Muhammad sebenarnya tidak sedang memperjuangkan awlohnya agar disembah sebagai satu-satunya tuhan oleh manusia, tapi dia memperjuangkan dirinya sendiri agar diakui rasul oleh manusia.
Dia lebih suka manusia mati, daripada manusia hidup menyembah awloh tapi tidak mau mengakuinya rasul.

Bukankah orang yang sudah mati, tidak bisa lagi menyembah awloh? Dengan demikian awloh kehilangan penyembahnya.
Muhammad lebih suka hal demikian terjadi, daripada awloh disembah tapi dirinya tidak diakui rasul.

Sekali lagi,
Muhammad lebih suka awloh tidak disembah daripada awloh disembah tapi si penyembah itu tidak mengakuinya rasul; itulah pesan yang kita dapatkan dari kisah masuk Islamnya Abu Sufyan di atas.

Siapa dari kalian yang masih tidak yakin Muhammad itu nabi gadungan?
Sangat jelas terlihat,
dia sangat menginginkan jabatan itu.


http://indonesia.faithfreedom.org/forum/muhammad-menuntut-statusnya-diakui-bukti-dia-nabi-gadungan-t32901/


TANGGAPAN:

UNTUK MENJAWAB FITNAH FAITHFREEDOM DIATAS CUKUP DENGAN PERSPEKTIF PEMIKIRAN MODERN ILMUWAN NON MUSLIM :

  • Tidak Semua Orang Barat Anti Rasul dan Islam

Penukilan tentang gambaran Islam yang muram di dalam buku-buku Barat tidak berarti tidak ada orang-orang Barat yang netral. Sebagian dari mereka mengenal Rasulullah Muhammad SAW dan mereka mengenal Islam kemudian bersikap netral di dalam buku-buku mereka dan bisa kita sebutkan contohnya. Namun masih tersisa pertanyaan, sampai sejauh mana pengaruh buku-buku yang netral ini dalam memperbaiki gambaran Islam di rasio orang Barat secara umum. Apakah buku-buku ini mampu merubah pandangan negatif tersebut dari akar-akarnya?

Sangat disayangkan bahwa kita melihat pemikiran kanan yang dominan hari ini enggan melihat Islam dari jendela-jendela positif yang telah dibuka oleh orang-orang netral tersebut kepada kaumnya di Barat. Banyak juga orang-orang Barat yang netral lebih mengutamakan untuk diam, atau barang kali media Barat tidak mau meliput perkataan mereka. Berikut ini pendapat sejumlah orang-orang Barat yang netral tentang Islam:
  1. Seorang orientalis Kanada, Dr. Zuwaimer di dalam bukunya “Timur dan Tradisinya” mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah termasuk pemimpin agama terbesar. Bisa juga dikatakan bahwa dia adalah seorang reformis, mumpuni, fasih, pemberani dan pemikir yang agung. Tidak boleh kita menyebutnya dengan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat ini. Al-Qur’an yang datang besama Muhmmad dan sejarahnya menjadi saksi atas kebenaran klaim ini.”
  2. Seorang Orientalis Jerman Bretly Hiler di dalam bukunya “Orang-Orang Timur dan Keyakinan-keyakinan Mereka” mengatakan, “Muhammad adalah seorang kepala negara dan punya perhatian besar pada kehidupan rakyat dan kebebasannya. Dia menghukum orang-orang yang melakukan pidana sesuai dengan kondisi zamannya dan sesuai dengan situasi kelompok-kelompok buas di mana Nabi hidup di antara mereka. Nabi ini adalah seorang penyeru kepada agama Tuhan Yang Esa. Di dalam dakwahnya, dia menggunakan cara yang lembut dan santun meskipun dengan musuh-musuhnya. Pada kepribadiaannya ada dua sifat yang paling utama dimiliki oleh jiwa manusia. Keduanya adalah “keadilan dan kasih sayang”.
  3. Bernardesho seorang pemikir Inggris di dalam bukunya “Muhammad” mengatakan, “Dunia ini sangat membutuhkan pemikiran Muhammad. Nabi inilah yang meletakan agamanya senantiasa dalam posisi terhormat dan tinggi, agama yang paling kuat di dalam mencerna seluruh peradaban dan kekal sepanjang masa. Saya melihat banyak dari anak keturunan bangsaku yang masuk agama ini dengan bukti nyata. Agama ini akan mendapatkan kesempatan yang luas di benua ini – maksudnya adalah Eropa. Bahwa para tokoh agama pada abad pertengahan, akibat dari kebodohan dan fanatisme, telah menggambarkan agama Muhammad dengan gambaran yang gelap. Mereka menyebut agama Muhammad sebagai musuh bagi Kristen. Namun setelah saya mengkaji tentang orang ini (Muhammad), saya menemukan kekaguman yang luar biasa. Saya sampai pada kesimpulan bahwa dia bukan musuh bagi Kristen. Namun sebaliknya harus disebut penyelamat manusia. Dalam pandangan saya, sekiranya dia memegang kendali dunia pada hari ini pastilah dia bisa menyelesaiakan masalah kita yang dapat menjamin perdamaian dan kebahagiaan yang menjadi harapan manusia.
  4. Professor bahasa Aramaic, Snersten Elasogi di dalam bukunya “Sejarah Hidup Muhammad” mengatakan, “Sungguh kita tidak netral pada Muhammad kalau kota mengingkari apa yang ada pada dirinya, berupa sifat-sifat yang agung dan keistimewaan-keistimewaannya. Muhammad telah terjun di dalam perang kehidupan yang benar menghadapi kebodohan dan kesemrawutan, tetap teguh pada prinsipnya. Dia terus memerangi tindakan yang melampaui batas sampai berakhir pada kemenangan yang nyata. Sehingga syariatnya menjadi syariat yang paling sempurna, dia di atas para tokoh agung sejarah.”
  5. Seorang orientalis Amerika Sneks di dalam bukunya “Agama Arab” mengatakan, “Muhammad muncul 570 tahun setelah Isa. Tugasnya adalah untuk meningkatkan akal manusia dengan memberinya dasar-dasar utama dan akhlak yang mulia, mengembalikan kepada keyakinan Tuhan yang Esa dan kehiduan setelah kematian.”
  6. Michel Hart di dalam bukunya “Seratus Tokoh dalam Sejarah” mengatakan, “Pilihan saya Muhammad menjadi orang pertama yang terpenting dan teragung sebagai tokoh sejarah telah mengagetkan para pembaca. Namun dia (Muhammad) adalah satu-satunya tokoh dalam semua sejarah yang sukses dengan kesuksesan sangat tinggi pada tingkat Agama dan Dunia. Ada banyak rasul, nabi dan para pemimpin yang memulai dengan misi-misi agung. Namun mereka meninggal tanpa penyempurnaan misi-misi tersebut, seperti Isa di Kristen, atau yang lain telah mendahului mereka, seperti Musa di Yahudi. Namun Muhammad adalah satu-satunya (Rasul) yang menyempurnakan misi agamanya, menetapkan hukum-hukumnya dan diimani oleh bangsa-bangsa selama hidupnya. Karena dia mendirikan negara baru di sisi agama. Sedang di bidang dunia dia juga menyatukan kabilah-kabilah di dalam bangsa, menyatukan bangsa-bangsa di dalam umat, meletakan buat mereka semua asas kehidupannya, menggariskan masalah-masalah dunianya, meletakannya pada titik tolak menuju dunia. Dan juga di dalam hidupnya, dia adalah (Rasul) yang memulai risalah agama serta dunia dan menyempurnakannya.
  7. Seorang sastrawan dunia, Lev Tolstewi, yang karya sastranya dianggap sebagai sastra yang paling bernilai tercatat dalam peninggalan kemanusiaan. Dia mengatakan, “Cukuplah Muhammad sebagai kebanggaan karena dia telah membebaskan umat hina yang haus darah dari cakar-cakar setan tradisi yang tercela. Membuka di depan muka mereka jalan yang tinggi dan maju. Bahwa syariat Muhammad akan menguasai dunia karena kesesuaiannya dengan akal dan kebijaksanaan.
  8. Dr. Shaberk asal Austria mengatakan, “Sesungguhnya manusia pasti bangga memiliki afiliasi dengan tokoh seperti Muhammad. Dia itu meski dengan keumiannya (tidak bisa baca dan tulis) beberapa belas abad yang lalu mampu membuat undang-undang. Kita orang Eropa akan menjadi sangat bahagia apabila bisa sampai ke puncaknya.”
  9. Seorang Filsuf Inggris yang penah mendapatkan hadiah Nobel, Tomas Karlil di dalam bukunya “Para Pahlawan” mengatakan, “Sungguh menjadi sangat aib bagi siapapun yang berbicara pada masa ini mengeluarkan ungkapan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan bahwa Muhammad adalah penipu. Kita harus memerangi penyebaran kata-kata yang absurd dan memalukan ini. Sesungguhnya risalah yang ditunaikan utusan (Rasul) tersebut masih menjadi pelita yang bercahaya selama 12 abad lamanya. Apakah ada di antara kalian yang mengira bahwa risalah ini yang menjadi pegangan hidup dan matinya jutaan orang yang tak terhidung jumlahnya adalah kedustaan dan penipuan.”
  10. Sedang seorang Sastrawan Jerman Gotah mengatakan, “Sesungguhnya kita warga Eropa dengan seluruh pemahaman kita, belum sampai kepada apa yang telah dicapai Muhammad. Dan tidak akan ada yang melebihi dirinya. Saya telah mengkaji dalam sejarah tentang keteladanan yang tinggi untuk umat manusia ini. Dan saya temukan itu pada Nabi Muhammad. Demikianlah seharusnya kebenaran itu menang dan tinggi, sebagaimana Muhammad telah sukses menundukan dunia dengan kalimat tauhid.”


PAULUS:


BUKTI 1.

1 Korintus 9 :23 berikut ini:

23. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

PAULUS CERITANYA MEMINTA DIAKUI SEBAGAI RASUL.


  • TIDAK CUKUP SAMPAI DI SITU PAULUS BERUPAYA MENGANGKAT TAHAYUL LAINNYA:


Allah berfirman kepada Musa: "Berfirmanlah Tuhan kepada MuSa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. " (Keluaran, 7: 1).


CIRI-CIRI NABI GADUNGAN:


GALATIA:

PAULUS BERKHOTBAH:

1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.


II Raja-raja 2 : 23 24 berikut ini:

“23. Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya : NAIKLAH BOTAK, NAIKLAH BOTAK!”

24. Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama Tuhan. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, LALU MENCABIK-CABIK dari mereka empat puluh dua orang anak.

kejam sekali ajaran PAULUS.

BUKTI BAHWA YESUS TIDAK TAHU NUBUAT PENEBUSAN DOSA DAN TIDAK MENGHENDAKI KEMATIAN DIATAS KAYU SALIB:

"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?" (Matius 24:46).


"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Injil - Lukas 22: 44).


2 BUKTI AYAT DIATAS CUKUP MEMBUKTIKAN BAHWA NUBUAT PENEBUSAN DOSA UNTUK MANUSIA MELALUI DARAH YESUS KARANGAN PAULUS TIDAK TERBUKTI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penduduk Surga Menurut AlKitab Bible

Debat Hebat Ahmad Deedat Dengan Pendeta Rev. Roberts