Sejarah Penulisan Dan Pengarang Alkitab Bible

Berdasarkan kajian AlKitab, bahwa Injil yang asli adalah injil yang ditulis pada masa Yesus dan kemudian diajarkan secara langsung oleh Yesus.
Matius 9:35 “Demikianlah, Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam kemah-kemah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan”
Markus 8:35 “Karena barangsiapa menyelamatkan nyawanya, ia kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”
Lukas 20:1 “Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ”
Gambar Bukti Bahwa Injil Telah Dirubah
Sebuah halaman dr Text Bible Vatikan Abad Ke-4, terdapat CATATAN antar kolom yang dituliskan oleh ahli agar jangan merubah isi bible: “Bodoh, Bajingan, biarkan tulisan ini seperti aslinya, jangan dirubah”.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Injil tidak ada yang asli lagi dan penulisan ulang maupun penterjemahan dan versi-versinya merupakan sesuatu bentuk imitasi dari Injil.

Al Baqarah 78 وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّونَ

Mereka buta, tidak mengetahui Al Kitab kecuali hanyalah dongengan belaka dan mereka hanya mengira-ngira.

Ternyata kita temukan dalam Injil sendiri adanya isyarat bahwa penulis Injil yang sekarang beredar di toko-toko buku itu : bersumber pada cerita orang / kabar burung / isu. – tidak ada peranan roh kudus Inilah buktinya :
Lukas 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
Lukas 1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
Lukas 1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
Lukas 1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Yohanes 19:35 “dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya”
Yohanes 21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
Yohanes 21:25 “Ada lagi banyak perkara lain-lain yang diperbuat oleh Yesus, maka jikalau segala perkara itu satu-satu disuratkan, pada sangkaku dunia inipun tiada termuat kitab-kitab yang disuratkan itu”
Dari Injil Lukas terbukti bahwa dia menuliskannya setelah menyelidiki jadi bukan diwahyukan Roh Kudus. karena dia mengumpulkan cerita/ kabar burung maka tentu saja cerita bisa benar bisa salah, ingat peribahasa “titip uang bisa kurang, titip cerita bisa nambah”. Karena keanehan ini, tidak mustahil Injil / Kumpulan Cerita versi Lukas berbeda dengan cerita versi Matius dan juga kumpulan cerita versi Markus maupun Yohanes.
Siapakah yang dimaksud dengan “Orang yang…” dan “ia” (Yoh.19:35), “dialah”, “kita” (Yoh 21:24) serta “saya” (Yoh.21:25)?

Contoh sederhana penambahan dan pengurangan pada ayat bible

Matius menulis Yesus Berkata: Matius 10:10 Yesus berkata: “janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu, janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, jangan kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat..”

Markus menulis Yesus Berkata: 

Markus 6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

Markus 6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

Markus 6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Perbedaan yang lain meliputi jumlah malaikat yang menjaga kuburan, jumlah perempuan yahudi yang pergi kekuburan dan lain-lain. Sedangkan dari Injil Yohanes secara aneh pembaca akan dibingungkan dengan kata kita atau terjemahan Bible Inggrisnya adalah we. Apakah yohanes menyuruh Yahudi lain menuliskannya? Terus siapa? mengapa Yohanes tidak memeriksanya lagi? Ataukah memang benar sesuai pernyataan Lukas bahwa penulis Injil bersumber dari cerita / kabar burung yang beredar?

 ۩۞۩ – INJIL TERBUKTI PALSU – ۩۞۩
Ya keanehan, ya saling berbeda satu sama lain telah diakui oleh Peneliti dari kalangan Kristen sendiri. DR. W.Graham Scroggie dari Lembaga Pendalaman Bibel.
Ya, Bibel bersifat manusiawi, walaupun beberapa orang yang karena ketidaktahuan mereka telah menyangkal. Kitab-kitab tersebut telah berkembang melalui alam pikiran manusia, ditulis oleh tangan manusia dan dalam bahasa manusia, serta menurut gaya bahasa yang khas dan manusiawi
Adolf Harnack dalam bukunya “What is Christianity”
…the fourth Gospel does not emanate or profess to emanate from the apostle John, who can not be taken as an historical authority…the author of the fourth Gospel acted with sovereign freedom, transposed events and put them in a strange light. He drew up the discussions himself and illustrated great thought with imaginary situations…
"…Injil keempat (Injil karangan Yohanes) bukanlah berasal atau menyatakan berasal dari rasul Yohanes, dan tak bisa dianggap sebagai yang berwenang dalam sejarah…pengarang Injil Yohanes itu dengan seenaknya telah mengganti alur cerita dan menmpatkannya dalam alur yang aneh. Dia sendiri mengembangkan pembahasannya dan melukiskan pemikiran-pemikiran besar dengan berbagai situasi khayal…"
DR. Stras 1835 dalam Life of Jesus, menulis bahwa semua peristiwa yang berkenaan dengan biografi Yesus pada semua Injil dikutip dari khurafat (cerita) kaum penyembah berhala.

Prof Dreioz dari Jerman, Courtso dari prancis, Prousber, Vitoris, Matcheoru mengatakan Yesus hanyalah nama seorang pribadi khayalan belaka.

Virar dalam life of Christ, menulis bahwa kelahiran yesus tidak dikenal dalam sejarah. Sementara  

Encyclopedia Britanica mengkritik keras riwayat injil yang menetapkan malam kelahiran yesus pada akhir tahun yang dihadiri para penggembala. kritikan itu mempertanyajkan bagaimana hal itu bisa terjadi lha wong pada bulan Desember di palestina turun hujan lebat. (sumber : Ahmad Idris, Sejarah Injil dan Gereja, Gema Insani Press, 1991).

 ۩۞۩ – INJIL TERBUKTI PALSU – ۩۞۩
Tentang dongeng penyembah berhala silahkan baca dibawah ini :

Christopher Isherwood dalam terjemahan Upanishads menulis : Sri Krisna disebut sebagai Kristus Hindu. sebenarnya terdapat persamaan-persamaan yang menyolok antara riwayat hidup krisna dalam Bhagavatan dan dalam kitab suci lkaoinnya dengan riwayat hidup yesus dari nazaret. Dalam kedua kasus tersebut, dongeng telah bercampur baur dengan kenyataan.

Swami dalam bukunya Warum, mengenai kehidupan yesus berkata : Ajaran inkarnasi tuhan (Yohanes 1:14) logos atau firman, adalah salah satu teori Hindu-Arya dan orang hindu percaya bahwa banyak inkarnasi telah terjadi dan masih akan terjadi. Teori logos / firman / anak tuhan datang dari India melalui yunani dan melalui penulisan filsof Yunani seperti Heraklitus, Plato dan neo-plato.

Sebagaimana dalam penulisan philo dan pengikut-pengikutnnya, keempat penulis injil menulis hal tersbut dalam kitabnya, sehingga ajaran ini diambil oleh gereja sebagai ajaran dasar. Tentang kematian Yesus yang mirip dengan kematian Budha, Th. J Plange dalam buku “Christus ein Inder?” menulis :

Budha wafat dalam usia delapan puluh tahun. pada saat wafatnya terjadilah gempa bumi, meteor jatuh, matahari kelam, langit bergemuruh. Bandingkan dengan:

Matius 27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Al Baqarah 79 فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
 
Sumber :
dalam KH. Abdullah Wasi’an “100 Jawaban Untuk Misionaris”, Pustaka Dai, 1999
edyprayitno.wordpress.com “Injil Yang Sekarang Bukan Injil Dijaman Yesus”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penduduk Surga Menurut AlKitab Bible

Debat Hebat Ahmad Deedat Dengan Pendeta Rev. Roberts