Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Peran Rasul Paulus Setelah Yesus Tiada

Jati Diri Paulus
Nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal dari Suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel. Saat itu di kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejum-lah kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang sangat digemari oleh orang-orang Yunani. Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebuda-yaan Yunani terutama filsafatnya. Pada dirinya terkumpul dua pengaruh, hukum Taurat dan filsafat Yunani.

Paulus Perombak Ajaran Yesus
Setelah peristiwa penyaliban, berbeda-beda pendapat tentang kondisi Yesus (Isa as). Ada yang menganggapnya mati di tiang salib. Keyakinan ini yang diinginkan oleh rabi-rabi Yahudi dan umatnya yang menolak Yesus. Dan ada pula yang berpendapat bahwa Yesus (Isa as) belum meninggal, tapi Allah telah menyelamat-kannya seperti yang di katakan dalam Alqura…

Kerudung Wanita Yahudi Dan Biarawati

Kerudung dalam Tradisi Yahudi 
Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang". Dr Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa…

Nama Kota Yerussalem Dalam Taurat

Dalam Perjanjian Lama (Taurat), Yerusalem mempunyai banyak nama, Salem (Shalem), Moriah, Jebuse (Yevuse), Jerusalem (Yerushalayim), and Zion (Tzi-yon). Dan terbanyak yang disebutkan dalam Perjanjian Lama adalah Yerushalayim, yang disebutkan sebanyak 349 kali, sementara Tziyon disebutkan sebanyak 108 kali.

Yerusalem dalam Taurat
Hubungan antara Yahudi dan Yerusalem bisa dilihat di Bibel Perjanjian Lama. Menurut pandangan Yahudi, daerah yang paling suci adalah Mount Moriah (Gunung Moriah), yang kemudian dikenal dengan Temple Mount (Kuil Gunung). Area ini yang mereka klaim sekarang terletak di bawah bangunan milik Muslim, the Dome Of the Rock atau Kubbah As-Sakhra.

Menurut kepercayaan Kabbalah, suatu tradisi mistis Yahudi, batu dari Gunung Moriah yang kenal sebagai "Even Shtiyah"- the Drinking Stone (batu yang sedang minum), adalah pusat dari alam semesta, tempat di mana dunia terairi secara spiritual.

Kisah-kisah dalam Bibel yang ber-hubungan dengan Gunung Moriah sangat banyak…

Argumen Pendukung Trinitas

Pembelaan ke-4, Yesus satu hakikat dengan Bapa
Dalam Yohanes 10:30, di ayat ini Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Satu artinya satu hakikat, berarti Yesus itu ya Allah sejati karena satu hakikat dengan Bapa.
Untuk memahami ayat Yohanes 10:30 perlu melihat kembali ayat-ayat sebelumnya terutama Yohanes 10:25 yang berbicara bahwa Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa/Allah. Sebenarnya hal ini mudah dipahami dan bukan sesuatu yang 'wah', yang hebat. Mengapa demikian? Karena setiap kali melakukan pekerjaan apapun kita sebagai Muslim, memulainya dengan mengucap 'Bismillah' (dengan nama Allah). Dan seorang Muslim tidak lantas menjadi Allah itu sendiri ketika menyebutkan Basmalah. Maka 'satu' di sini menyatakan 'bersatu' dalam arti kias karena apa yang dilakukan oleh Yesus sebagai Nabi Allah tentu tak lepas dari wahyu Allah dan bukan kehendak pribadi.

Dan ayat-ayat setelah Yohanes 10:30 justru Yesus dengan tegas menyatakan diri …

Alasan Membenarkan Trinitas

Pembelaan pertama, Trinitas
Kalau Allah itu bukan tiga pribadi dalam satu hakikat (trinitas), mengapa ada tertulis di AlKitab: "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu."
Ayat tersebut di atas adalah berasal dari 1 Yohanes 5:7. Tentang ayat ini para teolog Kristen mengatakan demikian,

Charles C.Ryrie dalam buku Teologi Dasar I hal.70 menuliskan bahwa 1 Yohanes 5:7 jelas bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr Herbert W.Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius (pelopor Arianisme), dan umat Allah.

Dua teolog ternama lain, Edward Gibbon dan Richard Porson, dari penelitian mereka sama-sama sepakat bahwa ayat 1 Yohanes 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm.30-33). Karena kuatnya bukti-bukti 'pemalsuan' ayat ini, maka dalam e…

Ayat Trinitas Dalam Bible

Trinitas Dalam Perjanjian Lama
The Encyclopedia of Religion menuliskan : "para teolog dewasa ini setuju bahwa AlKitab Ibrani (Perjanjian Lama) tidak memuat doktrin tentang Tritunggal".

New Catholic Encyclopedia mengakui: "Doktrin Tritunggal tidak diajarkan dalam Perjanjian Lama".

Imam Jesuit Edmund Fortman dalam bukunya The Triune God juga mengakui: "Perjanjian Lama….tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus…. Bahkan mencari di dalam "Perjanjian Lama" kesan-kesan atau gambaran di muka atau 'tanda-tanda terselubung' mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci"

Trinitas Dalam Perjanjian Baru
The Encyclopedia of Religion mengatakan: "Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal".

Imam Jesuit Fortman menegaskan: "…

Metode Tafsir Hermeneutik

Defenisi Hermeneutika
Salah satu cara menjauhkan Muslim  dari Alquran adalah dengan penggunaan teori Hermeneutik. Apakah Hermeneutik? Hermeneutik adalah ilmu tafsir dalam Kristen. Ada beberapa metode tafsir dalam Kristen, yakni:

Exegese(mengungkap kebenaran berdasarkan bahasa asli, sehingga kebenaran akan muncul dengan sendirinya);Eisegese(merohanikan yang sudah rohani. Ide manusia yang didukung dengan ayat);Alegoris(merohanikan benda sebagai simbol yang memiliki arti).

Hermeneutika ini sebenarnya dibutuhkan untuk gereja bukan untuk Islam. Semua rohaniawan Kristen membutuhkan ilmu ini agar jelas, tidak salah dalam menyampaikan pesan Bibel. Dengan exegese ingin dicapai suatu kesimpulan bahwa yang benar adalah Bibel. Seseorang yang mempelajari metode exegese terhadap Bibel, orang tersebut tanpa sadar dibangun keyakinannya menjadi semakin kuat terhadap Bibel bahwa Bibel itulah yang benar. Sampai pada akhirnya mereka akan meyakini bahwa tidak ada lagi pewahyuan.

Dengan exegese itu ingin …